
CARITAnews - SETIAP tahun, lebih dari 5.100 anak-anak di Amerika mengalami cedera setelah jatuh dari jendela rumah yang mereka tempati. Bahkan, seperempat dari mereka tewas saat terjatuh.
Data tersebut diperoleh dari hasil studi nasional yang dilakukan belum lama ini. Peneliti juga menemukan, selama 19 tahun angka tersebut menurun hanya sedikit.
Menurut Dr Gary Smith dari The Nationwide Children's Hospital Columbus, Ohio ini perlu ditanggapi serius.
"Kami terus melihat masalah ini, terutama pada anak-anak muda, meskipun faktanya kita tahu bagaimana mencegahnya," ungkap Smith.
Seperti yang dilansir reuters, Senin (22/8), Antara 1990 dan 2008, diperkirakan 98.415 anak-anak muda berusia 18 tahun dirawat di rumah sakit karena mengalami cedera setelah jatuh dari jendela.
Sementara, dalam jurnal Pediatrics, Smith dan rekan-rekannya juga melaporkan sekitar 7,3 persen dari 100.000 anak mengalami cedera. Balita merupakan angka tertinggi mengalami kasus tersebut.
"Saat mereka membungkuk, tinggi pusat gravitasi mereka akan membuat mereka jatuh, biasanya kepala lebih dulu mengalami cedera.
Hampir separuh anak-anak tersebut mengalami cedera pada kepala, tapi hanya dua dari 1.000 kasus yang fatal atau menyebabkan kematian. Dan sebagian besar dari mereka jatuh dari lantai dua.
“Di luar koto-kota besar anak tidak tinggal di apartemen malainkan di rumah”, ungkap Smith.
Smith juga menambahkan, untuk mencegahnya adalah dengan cara memastikan anak-anak tidak memiliki akses ke jendela.
Selain itu, cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan memberi pembatas pada jendela atau teralis.
sumber cnews

